Puing-puing
Trauma
Dulu
memang aku pernah befikir betapa kejamnya sesosok pria, dulu aku juga berfikir
betapa lembutnya seorang pria. Itu semua terjadi ketika aku mengenal dua orang
yang berbeda dan membuat dua pandangan yang berbeda pula. Waktu itu aku berfikir
cukup keras untuk menghentikan pemikiranku mengenai pria jahat, dan mungkin
saat itu dapat terbukti dan dapat terealisasikan. Namun kini aku sadar bahwa
semua adalah sama. Mereka selalu saja ditakdirkan mempunyai jiwa yang keras.
Mereka juga selalu memainkan logikanya. Tetapi wanita yang di kedepankan adalah
perasaannya. Logika pria dan wanita mungkin sering tidak berjalan sebagaimana
mestinya.
Aku merasakan hal tersebut saat kehilangan Wilson yang
meninggalkanku dengan beberapa alasan. Dulu aku sudah pernah bilang padanya
untuk jangan mempunyai alasan apapun mencintaiku, karena alasan itulah yang
akan membuatnya meninggalkanku. Dia meninggalkan ku dengan cara yang sadis dan
teramat aneh. tidak hanya aku yang terejut, teman-temanku tak menyangka itu terjadi padakku. Mengingat
perjuangan Wilson dulu merebut hati dan
perhatianku. Semua orang mengira bahwa akulah yang memutuskan Wilson, hah entah
apa yang terlintas dipikran Wilson saat itu. Sampai saat inipun ku masih
menyimpan puing perasaan dan puing-puing trauma. Disisi lain aku benci
dengannya tapi disisi lain aku mengaguminya melebihi kagum ku padaya yang dulu.
Kini dia melihatku hanya sebelah mata, dan mungkin dia telah menemukan
pengganti diriku. Sementara aku hanya secuil harapan dan sisa kenangan untuk
mendapatkan Wilson kembali, aku terlanjur dan terlalu mencitainya. Ku biarkan
perasaaku berjalan sebagaimana mestinya, hingga mungkin ini tidak akan ada
ujungnya.
Aku memang benar mencintai dan menyayanginya hingga tiba
saat itu, aku seperti kehilangan gairah hidup.
Sekedar tersenyum terasa berat.logika sering tak berjalan dan dampak buruk
mulai datang mempengaruhiku. Aku sadar dan aku paham yang aku lakukan ini
sangat buruk. Namun aku tidak menampik jika aku masih mencintainya seperti yang
dulu aku menyayanginya melebihi yang dulu dan aku sekarang adalah kenangan
hidupnya. Mungkin kah dia memikirkanku, yang kufikirkan setiap bangun dan akan
tidur hanya dia. Mulai saat itu aku mulai malas belajar dan menyukai yang
namanya tidur . menurutku tidur sejenak dapat melupakan beban hidup dan aku
suka itu. Dengan itu aku sejenak dapat melupakan Wilson. Haaaaah betapa
bodohnya aku yang masih saja mengharapkannnya hadir kembali dalam hidupku.
Mungkin bukan hal yang mustahil, tapi
ukan untuk waktu dekat ini juga. Mungkin untuk beberapa bulan atau bahkan
beberapa tahun lagi. Oh dapatkah aku membayangkan kesendirianku . hidupku sepi
tanpanya mati tanpanya. Dan hambar tanya adanya senyum darinya untukku.
Sungguh gila aku terlalu mencintainya, yang tak lagi
mencintai diriku. Oh Tuhan aku hidup tidak untuk meratapi nasib tapi untuk
meneruskan hidup. Membahagiakan orangtuaku, mengejar cita-citaku. Mencapai setinggi langit. Satu
harapan terbesarku adalah bahagia dunia akhirat, lebih-lebih masuk surga Tuhan,
dengarkanlah aku dan sepercik kata-kataku. Mungkinkah aku hidup untuk ku
sia-siakan karena aku hidup ingin bermanfaat.
Hari berganti hari, sudah lebih dari sebulan aku
kehilanganya. Waktu demi waktu yang kulalui tanpanya, membuatku merasakan hal
yang berbeda tak seperti yang dulu.
Mungkin rasa yang ada di hatiku sudah mulai sirna. Sekarang sedikit demi
sedikit aku mencoba untuk bangun dan berdiri meninggalkan kesedihanku yang
dulu. Kini aku mulai bisa berfikir, akan kujadikan pengalaman untukku. Dan aku
juga yakin akan kebesaran Tuhan , Tuhan tidak akan meguji hambanya di luar
batas. Janji Tuhan adalah yang baik akan dapatyang baik, dan sebaliknya. Kini
aku sedang berusaha memperbaiki diri
agar kualitas dan imanku meningkat. Seiring dengan itu aku juga berdoa
mendapatkan pasangan yang lebih baik darinya kelak.
Aku sadar menunggu orang
yang tak lagi mecintaiku adalah sebuah kesia-siaan
Menyayangi dan mencinntai
seseorang tak perlu berlebihan
Cukup dengan kesederhanaan
Dan bila telah tiba waktunya.kita
dapat melepasnya dengan keserhanaaa pula
Karena cinta yang hakiki
adalah milik Tuhan semata
Setelah sekian lama aku
tersadar dan paham dengan semua keadaan ini membuat aku tabah, yah benar kata
teman-temanku aku memang sakit namun aku belajar tabah di depan mereka, aku
hanya berusaha wanita hebat yang kuat. Kenapa harus galau berkepanjangan, aku
masih punya masa depan yang panjang dan inilah aku . This is me with all my awesome.
Istirahat pertama adalah waktunya murid-murid mencari
cemilan,tak dipungkiri bila saat itu canteen terasa penuh. Saat aku hendak kembali ke kelas tak sengaja aku
bertemu dengannya, karena terlalu ramai ya seperti di sinetron-sinetron itulah,
kami mencoba saling memberikan jalan namun justru kami bertubrukan. Pada saat itu
ada beberapa temanku melihat kejadian itu yang juga kebetulan berada di tempat
kejadian, kemudian mereka berkata ciiiiiiiieee Wilson .
Hari demi hari, minggu demi minggu, minggu berganti bulan
tiba saatnya hari yang mungkin ditunggu oleh semua siswa apalagi jika bukan classmeeting,
disana lah tempat semua siswa melepaskan penat setelah sekian hari menjalani
hari-hari yang melelahkan selama satu semester. Tapi disana juga para siswa dag
dig dug dan derrr sebentar lagi menerima hasil kerja keras mereka.
Saat itu pertandingan antar kelas , kebetulan kelas ku
mendapat giliran dengan waktu yang sama dengan kelas Wilson , tanpa sengaja aku
sering bertemu dengannya yang semakin
mengingatkanku tentang masa laluku bersamanya. Masih teringat hari itu
pertengahan classmeeting ada suatu kegiatan yang membuatku tercengang . saat
itu juga rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya, teriak sekeras
mungkin medengar suil pesan singkat yang disampaikan seseorang. Intinya pesan
tersebut dari Wilson untuk salah seorang temannya agar lekas menerima cintanya. Entah aku harus percaya atau tidak
rasanya aku terpukul dan entah apa yang
harus kuucap saat itu. Saat itu aku mencoba lari dari kenyataan dan mungkin juuga
belum begitu menerima kenyaraan itu. Sesampainya dirumah aku tak kuasa menahan
itu semua sendiri, aku meghubungi seseorang yang ku percaya untuk menyimpan
rahasia ini. Aku menceritakan semua kejadian itu dan menceritkan semua
perasaanku. Setelah kutuangkan itu semua aku mulai lega dan mulai menerima
kenyataan bahwa dia bukanlah yang
terbaik untukku. Mulai saat itu aku mulai percaya lagi akan teoriku yang sempat
pupus karena kuanggap Wilson adalah lelaki yang berbeda . laki-laki sama saja
hanya bikin sakit hati. Tapi sejal saat itu juga aku mencoba memperbaki diri
untuk terus berjuang, memperbaiki diri.
Waktu terasa enggan berlalu, aku jatuh dan kini aku
terpuruk dalam sedihku. Tak banyak yang tahu tak banyak,karna aku memang tak
inginkan semuanya mengerti. Aku hanya mencoba menjadipribadi yang mandiri tak
bergantung dengan orang lain. Sementara aku tidak bisa menahan semuanya sendiri
aku butuh orang untuk ku bersandar dan tempatku berbagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar