Selasa, 28 Oktober 2014
Senin, 27 Oktober 2014
Kamis, 25 September 2014
Rabu, 23 Juli 2014
Desember 2011
“Putri, kak Rehan mau ngomong sesuatu sama kamu” kak Rehan mengawali pembicaraannya malam itu “Iya kak, ngomong aja” jawabku singkat “Kakak pengen jujur sama Putri” diam sejenak kemudian kak Rehan melanjutkan kata-katanya “Setelah sekian hari dan berbagai cara, ternyata kakak lebih cocok memposisikan kamu sebagai adek, kakak coba untuk lebih, tapi nggak bisa, kakak sulit untuk menerima orang lain selagi orang yang pernah singgah di hati kakak masih ada. Kakak minta maaf kalau ada yang salah dengan kata-kata itu, kakak cuma pengen jujur aja. Hari-hari kemarin bukan berarti kakak mempermainkan Putri, tapi kakak memang pengen dekat sama Putri. Namun itu hanya bertahan sesaat” Ku cerna kata demi kata dengan seksama dan aku mulai mengerti “Kak Ita?” hanya nama itu yang ku ingat, seorang mantan yang selalu kak Rehan ceritakan padaku “Iya, kakak jujur dari apa yang kakak rasakan, tapi jujur, kakak juga nggak ingin kehilangan Putri, Putri udah ngajarin kakak banyak hal, membalasnya pun rasanya tak sanggup, jangan merasa jauh dari kakak” Sepertinya dia hanya berusaha menenangkan hatiku. Namun hati ini sudah mulai berkecamuk, antara sedih, marah dan kecewa, mataku mulai berkaca-kaca, dan aku memilih pergi meninggalkannya. Dia memutuskan untuk tak menahan kepergianku.
Kejujuran yang begitu menyakitkan, hati ini terluka, aku sakit karena kak Rehan, aku benci dia, aku benci kak Rehan, meski dia mengaku salah karena terlalu jujur padaku, aku sakit karena aku sudah terlanjur berharap, aku sakit karena kakak pernah membawaku terbang ke awan, lalu hari ini ia menjatuhkanku ke jurang yang terdalam, hati ini benar-benar sakit “Terbang tinggi resiko jatuh lebih sakit, jadi segala kemungkinan harus disiapkan” terngiang aku dengan kata-kata itu dan hari ini itulah yang terjadi.
Aku hanya bertahan beberapa hari dengan kemarahanku, tekad bulatku untuk melupakannya, tak pernah bisa ku realisasikan, hubungan kita kembali membaik, meski dia hanya menganggapku sebatas ‘Adek’. Kak Rehan benar, aku takkan pernah bisa jauh darinya.
Januari 2012
Hari ini kak Rehan menemaniku membeli printer yang telah lama aku impikan. Hujan lebat sore ini memberiku kesempatan untuk bisa lebih lama bercengkrama dengannya.
Selain menyuruhku untuk menetralisir perasaan-perasaan aneh ini, lagi-lagi ia bercerita tentang sang mantan dan aku harus menjadi pendengar setianya “Meski kita berdua masih sama-sama saling mencintai, tapi tak mungkin kita bersama lagi, karena dia sudah jadi milik orang lain, lagi pula dari segi umur dia terpaut beberapa bulan lebih tua dariku, karena itu kakak selalu berusaha berfikir lebih dewasa, orientasi kakak saat ini adalah mengejar impian kakak untuk jadi pengusaha sukses”. Cita-cita yang brilliant, inilah kata-kata yang sudah lama tak ku dengar ‘jadi pengusaha sukses’. “Amin, do’aku menyertaimu” cletukku, dia pun tersenyum simpul.
Hari sudah semakin senja, hujan tak kunjung reda, ritual sholat Ashar belum terlaksana, akhirnya kita memutuskan untuk menyatu dengan air hujan.
Februari 2012
Malam ini sakit gigi menyerangku, sakit yang belum pernah ku rasakan seumur hidupku. Ku tak tahu siapa yang bisa mendengarkan jeritanku malam ini, di malam yang sunyi ini, aku sendiri, mengerang kesakitan, mereka sudah terlelap dalam mimpi-mimpinya, kak Rehan, ya.. hanya nama itu yang ku ingat, semoga kak Rehan bisa membantuku, ku sadar dia takkan bisa melakukan apa-apa untuk menyembuhkan sakit gigi ini, tapi paling tidak, ia bisa membantu menenangkanku. Ku mulai mengumpulkan kekuatan untuk menekan tuts-tuts di ponsel bututku ini, mulai merengek manja, mengeluhkan sakit yang sedari tadi menyiksaku, tapi balasannya “Adek, boleh kakak bertanya dulu?” “He’em” jawabku singkat “Adek udah tahu hubungan kak Rehan sama mantan?” “Tahu, kak Rehan udah balikan kan sama kak Ita” jawabku asal “Ya benar kita berdua udah balikan” Bak petir menyambar di tengah awan yang cerah, rasanya malam ini aku tak bisa lagi membedakan derasnya air mata ini karena aku yang sedang sakit gigi ataukah karena remuknya hati ini.
“Emm, emang kalau kalian udah balikan, adek nggak bisa minta perhatian kakak lagi donk?” dengan innocentnya ku bertanya seperti itu “Ya, nggak papa sih, cuma semua ada batasnya” jawabnya “Kalau pacar ada mantan, kalau saudara untuk selamanya” lanjutnya. Ingin rasanya ku bertanya sejak kapan balikan? Gimana ceritanya? Tumben kakak nggak cerita? tapi aku sudah tak sanggup menahan semua ini, untung saja hanya lewat pesan singkat, jadi kak Rehan tak perlu tahu bagaimana ekspresi kekecewaanku padanya “Selamat ya kak, moga kakak bahagia” dengan nada sok rela ku memberi selamat atas kebahagiaan mereka, dan ia hanya membalas kepura-puraanku itu dengan “Makasih atas pengertian Adek”, ku memilih untuk mengakhiri acara Es-Em-Es-anku malam ini. Andai kak Rehan tahu aku pengertian semata-mata karena aku sayang sama kakak.
Semalaman mata ini tak bisa terpejam, sakit gigi ini sudah tak lagi terasa, karena sakit ini sudah pindah ke dasar hatiku yang terdalam.
Hati ini mulai memberontak. “Mereka Balikan” lalu apa arti beberapa bulan kemarin, ia memberiku sejuta harapan seolah-olah rasa sayang itu mulai ada untukku? Apa arti semua perhatian kak Rehan padaku selama ini? “Jangan pernah merasa bahwa kak Rehan nggak sayang sama Putri, kak Rehan sayang sama Putri” apa arti dari kata-kata itu? apa maksud dari panggilan ‘sayang’ itu, kalau pada kenyataannya ia tak pernah bisa menyayangiku? Sejuta pertanyaan berlarian di benakku. “Pelarian, Pelampiasan” mungkin hanya itu jawaban yang paling tepat bagiku saat ini, selama ini ia hanya mempermainkanku, aku hanyalah pelarian sesaatnya, saat ia sudah berada di puncak patah hatinya, mendengar sang mantan sudah menjadi milik orang lain, dia melampiaskan semuanya padaku, namun saat semua rencana itu tiba-tiba dibatalkan, mereka langsung balikan begitu saja tanpa peduli sedikitpun perasaanku, tanpa peduli sakit hatiku. Dan masih sempat ia berdalih “Putri, Kak Rehan nggak bermaksud mempermainkan perasaan kamu, kak Rehan hanya berusaha jujur sama perasaan kakak”, ia bahkan tak pernah sadar bahwa ia telah menyakiti perasaanku, menghancurkan hidupku.
Aku takkan seperih ini jika pelukan itu tak pernah menghangatkanku, aku takkkan sekecewa ini jika ia tak pernah membawaku terbang ke atas awan. Kenapa kak Rehan harus memberiku harapan dulu, baru kemudian meninggalkanku begitu saja? Penyesalan, ya… penyesalan yang hanya bisa ku ungkap lewat air mata. Luka ini tertoleh terlalu dalam dan tak mudah menyembuhkannya.
Kak Rehan, sosok yang dulu membuatku hidup dengan penuh motivasi, kini tak ada lagi, aku rindu kak Rehan yang dulu. Aku benci kak Rehan yang sekarang, seorang yang telah menorehkan luka terdalam di hatiku, bahkan kini ia telah membuatku membenci sosok orang yang sama sekali belum aku kenal. Aku benci kak Rehan. Bahkan hingga detik ini aku masih belum bisa memaafkannya. Hati ini terlalu sakit. I hate You, Rehan.
“Berdo’a aja, kakak akan selalu meng-AMIN-i do’a adek”, itu kata-kata yang pernah kak Rehan ucapkan dulu. “Semoga aku bisa melupakan kak Rehan” hanya itu do’aku saat ini.
Maret 2012
Untuk pertama kalinya aku merasakan getaran di hati ini saat bertemu dengannya, getaran yang selama ini ku percaya bahwa itu adalah tanda rasa sayang itu ada. “Getaran cinta di hatiku”, kenapa ia baru muncul saat kak Rehan sudah pergi meninggalkanku dan tak mungkin kembali? Saat kak Rehan sudah bahagia dengan orang yang ia sayangi?
Betapa bodohnya aku ini, kenapa rasa sayang ini masih bersarang di hatiku, padahal rasanya sakit ini sudah mendarah daging, dimana harga diriku sebagai perempuan? Kenapa aku serasa tak mengenali diriku sendiri saat ini?
Malam ini sungguh tragis, kenapa aku harus melihat mereka berdua? Kenapa ia harus tersenyum innocent padaku saat kita bertemu? air mata ini seakan tak peduli dimana aku berada, sepanjang jalan, air bening ini tak henti membanjiri pipiku. Air mata ini bukan karena senyuman tanpa dosa itu, bukan karena cemburu atas kebersamaan mereka, tapi air mata ini karena rasa kecewaku pada kak Rehan, dulu ia tak pernah punya waktu untukku, bahkan untuk sekedar 5 menit bertemu, dulu hanya satu kata “SIBUK” yang selalu ia persembahkan untukku, sibuk dikejar deadline tugas kantor yang selalu menumpuk, namun saat ini semua seakan sudah tak berlaku, waktunya selalu ada buat orang yang ia sayangi.
Dan saat ini aku tersadar, baik dulu, saat ini, maupun hari-hari berikutnya aku bukanlah siapa-siapa baginya, aku tak pernah berarti baginya, bahkan status ‘Adek’ pun, rasanya sudah tak ada gunanya lagi.
Hingga detik ini, aku tak mampu bangkit dari keterpurukanku, hidupku hampa. Cinta, Luka, Penyesalan, semua itu selalu menghantuiku. Tugas kuliahku terbengkalai, aku sama sekali tak punya semangat untuk mengerjakan tugas akhir yang sebenarnya menjadi impian terbesarku, yang menjadi harapan kedua orangtuaku dan orang-orang yang mengharapkan kesuksesanku disana. Teman-temanku pun sudah berulang kali menegurku, tak henti-hentinya mereka memotivasiku untuk bangkit, bahkan kak Rehan sendiri sangat menyayangkan sikapku ini. Beberapa buku motivasi sudah ku baca, aku sudah berusaha untuk bangkit, tapi semuanya tetap terasa berat. Aku belum mampu untuk bangkit. Aku telah hancur. Benar-benar hancur.
April 2012
Entah angin apa yang menggerakkan kakiku ke tempat ini, tempat yang bagiku penuh kenangan, tempat dimana kak Rehan pertama kalinya melantunkan ayat-ayat suci itu di sampingku, tempat aku merayakan Ultah kak Rehan beberapa bulan lalu. Entahlah aku hanya ingin mengenang masa-masa indah itu. “Kak kalau ada waktu nyusul ya” iseng aja ku layangkan pesan singkat itu “Hari ini kakak sibuk dek, maaf ya…” huft… Seharian ku habiskan waktuku di tempat ini, di tempat duduk yang sama beberapa bulan lalu, kini kenangan manis itu tergambar jelas di benakku, masih sempat-sempatnya aku berharap ia akan datang menyusulku kesini, padahal ku tahu hal itu takkan pernah terjadi. Tak terasa air mata ini mulai membasahi pipiku.
Matahari mulai enggan menampakkan dirinya, langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, awan hitam pun bermunculan seakan sudah siap mengguyur bumi, suara petir mulai menderu dari segala penjuru. Aku lelah, aku menyerah, kak Rehan takkan pernah datang menemuiku, semua itu hanya akan menjadi mimpi, aku meninggalkan tempat ini dengan membawa sejuta kenangan indah, juga sejuta kekecewaan, aku berjalan tanpa arah, tubuhku lunglai, pandanganku mulai kabur dan “Bruak…” semuanya gelap.
—
“Aku dimana?” mataku terbuka, ruangan serba putih, ku dengar semua orang mengucap syukur saat ku buka mata ini. “Kamu sudah bangun sayang” Suara lembut Bunda menyapa, matanya tampak sembab, “Aku dimana? Kenapa kalian semua ada disini” tanyaku “Kamu di rumah sakit sayang, tiga hari yang lalu kamu kecelakaan, dan mengalami koma” jawab Bunda sesenggukan.
48 jam lebih aku koma, dan ini pertama kalinya aku membuka mata, keluarga, sahabat, mereka semua ada disini untuk menungguku terbangun. Sungguh terharu, tapi aku tak melihatnya, kak Rehan, ia dimana? kenapa ia tak ada disini? Hati ini terus memanggilnya, walau mulut ini sudah tak sanggup untuk menyuarakan namanya.
“Ayah, Bunda, maafin Putri, selama ini Putri nggak bisa membuat kalian bangga” Ku genggam erat tangan mereka. “Sayang, kamu nggak usah mikir macam-macam dulu, yang terpenting sekarang adalah Putri harus sembuh” tangis Bundaku semakin menjadi. “Putri pengen tidur panjang Bunda”, itulah kata-kata terakhir yang sempat ku ucapkan, sebelum ayah menuntunku untuk melantunkan dua kalimat syahadat. Bahkan di detik-detik terakhir hidupku, kak Rehan tak pernah datang menemuiku.
“Putri, bangun sayang” teriak Bundaku, “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” Banjir air matapun seketika menggenangi ruangan putih itu.
Tak ada do’a yang terindah yang ku lantunkan kecuali kebahagiaan mereka, orang-orang yang ku sayangi. Ku harap tak akan ada lagi perempuan bodoh seperti aku di dunia ini.
The End
Cerpen Karangan: Khoiriyatul Mukarromah
“Putri, kak Rehan mau ngomong sesuatu sama kamu” kak Rehan mengawali pembicaraannya malam itu “Iya kak, ngomong aja” jawabku singkat “Kakak pengen jujur sama Putri” diam sejenak kemudian kak Rehan melanjutkan kata-katanya “Setelah sekian hari dan berbagai cara, ternyata kakak lebih cocok memposisikan kamu sebagai adek, kakak coba untuk lebih, tapi nggak bisa, kakak sulit untuk menerima orang lain selagi orang yang pernah singgah di hati kakak masih ada. Kakak minta maaf kalau ada yang salah dengan kata-kata itu, kakak cuma pengen jujur aja. Hari-hari kemarin bukan berarti kakak mempermainkan Putri, tapi kakak memang pengen dekat sama Putri. Namun itu hanya bertahan sesaat” Ku cerna kata demi kata dengan seksama dan aku mulai mengerti “Kak Ita?” hanya nama itu yang ku ingat, seorang mantan yang selalu kak Rehan ceritakan padaku “Iya, kakak jujur dari apa yang kakak rasakan, tapi jujur, kakak juga nggak ingin kehilangan Putri, Putri udah ngajarin kakak banyak hal, membalasnya pun rasanya tak sanggup, jangan merasa jauh dari kakak” Sepertinya dia hanya berusaha menenangkan hatiku. Namun hati ini sudah mulai berkecamuk, antara sedih, marah dan kecewa, mataku mulai berkaca-kaca, dan aku memilih pergi meninggalkannya. Dia memutuskan untuk tak menahan kepergianku.
Kejujuran yang begitu menyakitkan, hati ini terluka, aku sakit karena kak Rehan, aku benci dia, aku benci kak Rehan, meski dia mengaku salah karena terlalu jujur padaku, aku sakit karena aku sudah terlanjur berharap, aku sakit karena kakak pernah membawaku terbang ke awan, lalu hari ini ia menjatuhkanku ke jurang yang terdalam, hati ini benar-benar sakit “Terbang tinggi resiko jatuh lebih sakit, jadi segala kemungkinan harus disiapkan” terngiang aku dengan kata-kata itu dan hari ini itulah yang terjadi.
Aku hanya bertahan beberapa hari dengan kemarahanku, tekad bulatku untuk melupakannya, tak pernah bisa ku realisasikan, hubungan kita kembali membaik, meski dia hanya menganggapku sebatas ‘Adek’. Kak Rehan benar, aku takkan pernah bisa jauh darinya.
Januari 2012
Hari ini kak Rehan menemaniku membeli printer yang telah lama aku impikan. Hujan lebat sore ini memberiku kesempatan untuk bisa lebih lama bercengkrama dengannya.
Selain menyuruhku untuk menetralisir perasaan-perasaan aneh ini, lagi-lagi ia bercerita tentang sang mantan dan aku harus menjadi pendengar setianya “Meski kita berdua masih sama-sama saling mencintai, tapi tak mungkin kita bersama lagi, karena dia sudah jadi milik orang lain, lagi pula dari segi umur dia terpaut beberapa bulan lebih tua dariku, karena itu kakak selalu berusaha berfikir lebih dewasa, orientasi kakak saat ini adalah mengejar impian kakak untuk jadi pengusaha sukses”. Cita-cita yang brilliant, inilah kata-kata yang sudah lama tak ku dengar ‘jadi pengusaha sukses’. “Amin, do’aku menyertaimu” cletukku, dia pun tersenyum simpul.
Hari sudah semakin senja, hujan tak kunjung reda, ritual sholat Ashar belum terlaksana, akhirnya kita memutuskan untuk menyatu dengan air hujan.
Februari 2012
Malam ini sakit gigi menyerangku, sakit yang belum pernah ku rasakan seumur hidupku. Ku tak tahu siapa yang bisa mendengarkan jeritanku malam ini, di malam yang sunyi ini, aku sendiri, mengerang kesakitan, mereka sudah terlelap dalam mimpi-mimpinya, kak Rehan, ya.. hanya nama itu yang ku ingat, semoga kak Rehan bisa membantuku, ku sadar dia takkan bisa melakukan apa-apa untuk menyembuhkan sakit gigi ini, tapi paling tidak, ia bisa membantu menenangkanku. Ku mulai mengumpulkan kekuatan untuk menekan tuts-tuts di ponsel bututku ini, mulai merengek manja, mengeluhkan sakit yang sedari tadi menyiksaku, tapi balasannya “Adek, boleh kakak bertanya dulu?” “He’em” jawabku singkat “Adek udah tahu hubungan kak Rehan sama mantan?” “Tahu, kak Rehan udah balikan kan sama kak Ita” jawabku asal “Ya benar kita berdua udah balikan” Bak petir menyambar di tengah awan yang cerah, rasanya malam ini aku tak bisa lagi membedakan derasnya air mata ini karena aku yang sedang sakit gigi ataukah karena remuknya hati ini.
“Emm, emang kalau kalian udah balikan, adek nggak bisa minta perhatian kakak lagi donk?” dengan innocentnya ku bertanya seperti itu “Ya, nggak papa sih, cuma semua ada batasnya” jawabnya “Kalau pacar ada mantan, kalau saudara untuk selamanya” lanjutnya. Ingin rasanya ku bertanya sejak kapan balikan? Gimana ceritanya? Tumben kakak nggak cerita? tapi aku sudah tak sanggup menahan semua ini, untung saja hanya lewat pesan singkat, jadi kak Rehan tak perlu tahu bagaimana ekspresi kekecewaanku padanya “Selamat ya kak, moga kakak bahagia” dengan nada sok rela ku memberi selamat atas kebahagiaan mereka, dan ia hanya membalas kepura-puraanku itu dengan “Makasih atas pengertian Adek”, ku memilih untuk mengakhiri acara Es-Em-Es-anku malam ini. Andai kak Rehan tahu aku pengertian semata-mata karena aku sayang sama kakak.
Semalaman mata ini tak bisa terpejam, sakit gigi ini sudah tak lagi terasa, karena sakit ini sudah pindah ke dasar hatiku yang terdalam.
Hati ini mulai memberontak. “Mereka Balikan” lalu apa arti beberapa bulan kemarin, ia memberiku sejuta harapan seolah-olah rasa sayang itu mulai ada untukku? Apa arti semua perhatian kak Rehan padaku selama ini? “Jangan pernah merasa bahwa kak Rehan nggak sayang sama Putri, kak Rehan sayang sama Putri” apa arti dari kata-kata itu? apa maksud dari panggilan ‘sayang’ itu, kalau pada kenyataannya ia tak pernah bisa menyayangiku? Sejuta pertanyaan berlarian di benakku. “Pelarian, Pelampiasan” mungkin hanya itu jawaban yang paling tepat bagiku saat ini, selama ini ia hanya mempermainkanku, aku hanyalah pelarian sesaatnya, saat ia sudah berada di puncak patah hatinya, mendengar sang mantan sudah menjadi milik orang lain, dia melampiaskan semuanya padaku, namun saat semua rencana itu tiba-tiba dibatalkan, mereka langsung balikan begitu saja tanpa peduli sedikitpun perasaanku, tanpa peduli sakit hatiku. Dan masih sempat ia berdalih “Putri, Kak Rehan nggak bermaksud mempermainkan perasaan kamu, kak Rehan hanya berusaha jujur sama perasaan kakak”, ia bahkan tak pernah sadar bahwa ia telah menyakiti perasaanku, menghancurkan hidupku.
Aku takkan seperih ini jika pelukan itu tak pernah menghangatkanku, aku takkkan sekecewa ini jika ia tak pernah membawaku terbang ke atas awan. Kenapa kak Rehan harus memberiku harapan dulu, baru kemudian meninggalkanku begitu saja? Penyesalan, ya… penyesalan yang hanya bisa ku ungkap lewat air mata. Luka ini tertoleh terlalu dalam dan tak mudah menyembuhkannya.
Kak Rehan, sosok yang dulu membuatku hidup dengan penuh motivasi, kini tak ada lagi, aku rindu kak Rehan yang dulu. Aku benci kak Rehan yang sekarang, seorang yang telah menorehkan luka terdalam di hatiku, bahkan kini ia telah membuatku membenci sosok orang yang sama sekali belum aku kenal. Aku benci kak Rehan. Bahkan hingga detik ini aku masih belum bisa memaafkannya. Hati ini terlalu sakit. I hate You, Rehan.
“Berdo’a aja, kakak akan selalu meng-AMIN-i do’a adek”, itu kata-kata yang pernah kak Rehan ucapkan dulu. “Semoga aku bisa melupakan kak Rehan” hanya itu do’aku saat ini.
Maret 2012
Untuk pertama kalinya aku merasakan getaran di hati ini saat bertemu dengannya, getaran yang selama ini ku percaya bahwa itu adalah tanda rasa sayang itu ada. “Getaran cinta di hatiku”, kenapa ia baru muncul saat kak Rehan sudah pergi meninggalkanku dan tak mungkin kembali? Saat kak Rehan sudah bahagia dengan orang yang ia sayangi?
Betapa bodohnya aku ini, kenapa rasa sayang ini masih bersarang di hatiku, padahal rasanya sakit ini sudah mendarah daging, dimana harga diriku sebagai perempuan? Kenapa aku serasa tak mengenali diriku sendiri saat ini?
Malam ini sungguh tragis, kenapa aku harus melihat mereka berdua? Kenapa ia harus tersenyum innocent padaku saat kita bertemu? air mata ini seakan tak peduli dimana aku berada, sepanjang jalan, air bening ini tak henti membanjiri pipiku. Air mata ini bukan karena senyuman tanpa dosa itu, bukan karena cemburu atas kebersamaan mereka, tapi air mata ini karena rasa kecewaku pada kak Rehan, dulu ia tak pernah punya waktu untukku, bahkan untuk sekedar 5 menit bertemu, dulu hanya satu kata “SIBUK” yang selalu ia persembahkan untukku, sibuk dikejar deadline tugas kantor yang selalu menumpuk, namun saat ini semua seakan sudah tak berlaku, waktunya selalu ada buat orang yang ia sayangi.
Dan saat ini aku tersadar, baik dulu, saat ini, maupun hari-hari berikutnya aku bukanlah siapa-siapa baginya, aku tak pernah berarti baginya, bahkan status ‘Adek’ pun, rasanya sudah tak ada gunanya lagi.
Hingga detik ini, aku tak mampu bangkit dari keterpurukanku, hidupku hampa. Cinta, Luka, Penyesalan, semua itu selalu menghantuiku. Tugas kuliahku terbengkalai, aku sama sekali tak punya semangat untuk mengerjakan tugas akhir yang sebenarnya menjadi impian terbesarku, yang menjadi harapan kedua orangtuaku dan orang-orang yang mengharapkan kesuksesanku disana. Teman-temanku pun sudah berulang kali menegurku, tak henti-hentinya mereka memotivasiku untuk bangkit, bahkan kak Rehan sendiri sangat menyayangkan sikapku ini. Beberapa buku motivasi sudah ku baca, aku sudah berusaha untuk bangkit, tapi semuanya tetap terasa berat. Aku belum mampu untuk bangkit. Aku telah hancur. Benar-benar hancur.
April 2012
Entah angin apa yang menggerakkan kakiku ke tempat ini, tempat yang bagiku penuh kenangan, tempat dimana kak Rehan pertama kalinya melantunkan ayat-ayat suci itu di sampingku, tempat aku merayakan Ultah kak Rehan beberapa bulan lalu. Entahlah aku hanya ingin mengenang masa-masa indah itu. “Kak kalau ada waktu nyusul ya” iseng aja ku layangkan pesan singkat itu “Hari ini kakak sibuk dek, maaf ya…” huft… Seharian ku habiskan waktuku di tempat ini, di tempat duduk yang sama beberapa bulan lalu, kini kenangan manis itu tergambar jelas di benakku, masih sempat-sempatnya aku berharap ia akan datang menyusulku kesini, padahal ku tahu hal itu takkan pernah terjadi. Tak terasa air mata ini mulai membasahi pipiku.
Matahari mulai enggan menampakkan dirinya, langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, awan hitam pun bermunculan seakan sudah siap mengguyur bumi, suara petir mulai menderu dari segala penjuru. Aku lelah, aku menyerah, kak Rehan takkan pernah datang menemuiku, semua itu hanya akan menjadi mimpi, aku meninggalkan tempat ini dengan membawa sejuta kenangan indah, juga sejuta kekecewaan, aku berjalan tanpa arah, tubuhku lunglai, pandanganku mulai kabur dan “Bruak…” semuanya gelap.
—
“Aku dimana?” mataku terbuka, ruangan serba putih, ku dengar semua orang mengucap syukur saat ku buka mata ini. “Kamu sudah bangun sayang” Suara lembut Bunda menyapa, matanya tampak sembab, “Aku dimana? Kenapa kalian semua ada disini” tanyaku “Kamu di rumah sakit sayang, tiga hari yang lalu kamu kecelakaan, dan mengalami koma” jawab Bunda sesenggukan.
48 jam lebih aku koma, dan ini pertama kalinya aku membuka mata, keluarga, sahabat, mereka semua ada disini untuk menungguku terbangun. Sungguh terharu, tapi aku tak melihatnya, kak Rehan, ia dimana? kenapa ia tak ada disini? Hati ini terus memanggilnya, walau mulut ini sudah tak sanggup untuk menyuarakan namanya.
“Ayah, Bunda, maafin Putri, selama ini Putri nggak bisa membuat kalian bangga” Ku genggam erat tangan mereka. “Sayang, kamu nggak usah mikir macam-macam dulu, yang terpenting sekarang adalah Putri harus sembuh” tangis Bundaku semakin menjadi. “Putri pengen tidur panjang Bunda”, itulah kata-kata terakhir yang sempat ku ucapkan, sebelum ayah menuntunku untuk melantunkan dua kalimat syahadat. Bahkan di detik-detik terakhir hidupku, kak Rehan tak pernah datang menemuiku.
“Putri, bangun sayang” teriak Bundaku, “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” Banjir air matapun seketika menggenangi ruangan putih itu.
Tak ada do’a yang terindah yang ku lantunkan kecuali kebahagiaan mereka, orang-orang yang ku sayangi. Ku harap tak akan ada lagi perempuan bodoh seperti aku di dunia ini.
The End
Cerpen Karangan: Khoiriyatul Mukarromah
Senin, 21 Juli 2014
Jumat, 11 Juli 2014
KABAR GAZA HARI INI :
.
"Mukjizat-Mukjizat ALLAH di Palestina" Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tidak pernah mengendor.
.
Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya,
.
“Demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”
.
Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia.
.
Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin.
.
Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26:
.
“Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
.
"Mukjizat-Mukjizat ALLAH di Palestina" Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tidak pernah mengendor.
.
Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya,
.
“Demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”
.
Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia.
.
Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin.
.
Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26:
.
“Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
PALESTINA sedang berjihad
kita tengah pesta demokrasi
sempatkan waktu untuk mendoakan mereka
membacaAl Fatihah
dan doakan mereka di setiap sholat fardlu dan sholat malam
jikalau mereka gugur do'akan mereka mati syahid
. keajaiban mulai terjadi tentara Israel lari ketakutankarena meliht bala tentara yg buas
mungkin salah satu pertolongan Tuhan. melalui tentara tak terlihat
#savegaza #prayforPALESTINA
kita tengah pesta demokrasi
sempatkan waktu untuk mendoakan mereka
membacaAl Fatihah
dan doakan mereka di setiap sholat fardlu dan sholat malam
jikalau mereka gugur do'akan mereka mati syahid
. keajaiban mulai terjadi tentara Israel lari ketakutankarena meliht bala tentara yg buas
mungkin salah satu pertolongan Tuhan. melalui tentara tak terlihat
#savegaza #prayforPALESTINA
Jumat, 04 Juli 2014
Selasa, 01 Juli 2014
ketika jiwa ku mulai rapuh dan goyah
aku tak sanggup melangkah
aku tak sanggup berdiri dengan tegap
aku tak mampu kembali tersenyum
yang ada hanya senyum palsu
dan kepalsuan itu yang menyakitkanku
aku tau Tuhan disana tidak tidur
sama sekali tidak
ketika aku tak mampu berkata
Tuhan hadirkan air mata
sejenak tenangkanku
ketika aku butuh sadaran
Tuhan slalu menyediakan tempat untukku bersujud
sebenarnya aku malu
malu dengan Tuhan
berapa banyak hal yg slalu aku minta sama Tuhan
tak terkira, tak dapat ku hitung
tapi aku apa?
ah rasanya aku bodoh sekali
aku masih saja takut dengan sesama
iya aku masih sering berdusta
iya aku belum berhijab syar'i
mungkin orang bilang aku anak lebay
tapi ini caraku mengekspresikan kehidupan yg ku alami
aku akan selalu berpikir dan selalu berpikir bahwa aku
aku akan sukses SUKSES!!
ingat kalian 5 tahun lagi aku akan lebih SUKSES dari kalian ku YAKIN!
Tuhan lancarkan, mudahkan menuju ridhamu
jauhkan aku dari riya, sombong,iri dan dengki
barakallah
AAMIIN
herlina . 2 juli 2014
aku tak sanggup melangkah
aku tak sanggup berdiri dengan tegap
aku tak mampu kembali tersenyum
yang ada hanya senyum palsu
dan kepalsuan itu yang menyakitkanku
aku tau Tuhan disana tidak tidur
sama sekali tidak
ketika aku tak mampu berkata
Tuhan hadirkan air mata
sejenak tenangkanku
ketika aku butuh sadaran
Tuhan slalu menyediakan tempat untukku bersujud
sebenarnya aku malu
malu dengan Tuhan
berapa banyak hal yg slalu aku minta sama Tuhan
tak terkira, tak dapat ku hitung
tapi aku apa?
ah rasanya aku bodoh sekali
aku masih saja takut dengan sesama
iya aku masih sering berdusta
iya aku belum berhijab syar'i
mungkin orang bilang aku anak lebay
tapi ini caraku mengekspresikan kehidupan yg ku alami
aku akan selalu berpikir dan selalu berpikir bahwa aku
aku akan sukses SUKSES!!
ingat kalian 5 tahun lagi aku akan lebih SUKSES dari kalian ku YAKIN!
Tuhan lancarkan, mudahkan menuju ridhamu
jauhkan aku dari riya, sombong,iri dan dengki
barakallah
AAMIIN
herlina . 2 juli 2014
Tenangkanlah Hatimu
Prolog
Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..
Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …
Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala situasi dalam hidup ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah. Jika hati dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih keuntungan.
Ketenangan Milik Orang yang Beriman
Ketenangan adalah karunia Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman. Tentang hal ini Allah berfirman:“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)
Syaikh Abdurrahman As-Si’dy rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan tentang karunia-Nya atas orang-orang yang beriman dengan diturunkan kepada hati mereka sakinah. Ia adalah ketenangan dan keteguhan dalam kondisi terhimpit cobaan dan kesulitan yang menggoyahkan hati, mengganggu pikiran dan melemahkan jiwa. Maka diantara nikmat Allah atas orang-orang yang beriman dalam situasi ini adalah, Allah meneguhkan dan menguatkan hati mereka, agar mereka senantiasa dapat menghadapi kondisi ini dengan jiwa yang tenang dan hati yang teguh, sehingga mereka tetap mampu menunaikan perintah Allah dalam kondisi sulit seperti ini pun. Maka bertambahlah keimanan mereka, semakin sempurnalah keteguhan mereka.” (Taisir al Karim: 791)
ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Taubah [9]: 26)
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ
يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ
فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin
ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah
mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan
atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang
dekat (waktunya).” (QS. Al Fath [48]: 18)Senjata Orang Beriman
Jiwa yang tenang dan hati yang teguh adalah senjata orang-orang shaleh dari sejak dahulu dalam menghadapi kondisi sulit yang mereka temui dalam kehidupan mereka.Ashabul Kahfi adalah diantaranya. Saat mereka mengumandangkan kebenaran tauhid dan orang-orang pun berusaha untuk menyakiti mereka, sehingga mereka terusir dari tempat mereka dengan meninggalkan keluarga dan kenyamanan hidup yang sedang mereka nikmati, serta tinggal di gua tanpa makanan dan minuman, ketenangan dan keteguhanlah yang membuat mereka mampu bertahan. Allah berfirman tentang mereka,
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (QS. Al Kahfi [18]: 14)
Dalam perjalanan dakwah dan jihad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita tentu ingat kisah perjalanan hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Ketika mereka berdua masuk ke dalam gua, berlindung dari kejaran orang-orang musyrik yang saat itu tengah dalam kemarahan yang memuncak dan dengan pedang-pedang yang terhunus, hingga Abu Bakar berkata, “Jika salah satu mereka menundukkan pandangannya ke arah kedua sandalnya, niscaya ia akan melihat kita.” Dalam kondisi genting itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penuh ketenangan berkata, “Bagaimana menurutmu tentang dua orang, yang Allah ketiganya.” (Lihat Shahîh al Bukhâri no: 3653, Shahîh Muslim no: 2381)
Allah berfirman:
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ
أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ
إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ
اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا
“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya
Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin
Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua
orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada
temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta
kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan
membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.” (QS. Al Taubah [9]: 40)Kisah lain yang sangat menakjubkan adalah kisah pada hari perang badar. Musuh dalam kondisi sangat kuat dan digdaya, dengan persenjataan yang cukup lengkap di depan mata, menghadapi tentara Allah yang sedikit, persenjataan kurang dan tanpa persiapan untuk berperang. Akan tetapi ketenangan bersemayam dalam hati-hati mereka. Maka Allah memenangkan mereka dengan kemenangan yang jelas.
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, “Oleh karena itu, Allah mengabarkan tentang turunnya ketenangan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman dalam situasi-situasi sulit.” (Madâriju al Sâlikîn: 4/392 cet. Dâr al Thîbah)
Meraih Ketenangan
Jika demikian penting ketenangan dalam hidup kita, karena kesuksesan juga sangat bergantung kepadanya, maka bagaimanakah cara untuk meraih ketenangan itu? Sebagian orang mencari ketenangan dengan perbuatan sia-sia, sebagian mereka bahkan mencari ketenangan di tempat-tempat kemaksiatan. Semua itu keliru dan fatal akibatnya. Alih-alih ketenangan, semua itu justru akan semakin membuat hati diliputi kesedihan. Jika pun ketenangan didapatkannya, namun ia adalah ketenangan yang palsu dan sesaat.Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir al Syatsry –semoga Allah menjaganya- dalam kitabnya “Hayâtu al Qulûb” menyebutkan arahan-arahan yang terdapat dalam al Qur`an dan sunnah untuk meraih ketenangan tersebut:
- Berkumpul dalam rangka mencari ilmu.
« مَا اجتمعَ قَوم في بيت من بُيُوتِ الله تباركَ
وتعالى يَتْلُونَ كتابَ الله عزَّ وجلَّ ، ويَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلا
نزلت عليهم السكينةُ ، وَغَشِيَتْهم الرحمةُ ، وحَفَّتْهم الملائكة ،
وذكرهم الله فيمن عنده »
“Tidaklah suatu kaum berkumpul sebuah rumah Allah tabaraka wa ta’ala,
mereka membaca Kitabullah azza wa jalla, mempelajarinya sesama mereka,
melainkan akan turun kepada mereka sakinah, rahmat akan meliputi mereka,
para malaikan akan mengelilingi mereka dan Allah senantiasa
menyebut-nyebut mereka dihadapan malaikan yang berada di sisi-Nya.” (HR
Muslim no. 2699)- Berdoa.
فَأَنْزِلَنَّ سَكِيْنَةً عَلَيْنَا وَثَبِّتِ الأَقْدَامِ إِنْ لَاقِينَا
“Maka turunkanlah ketenangan kepada kamiSerta teguhkan lah kaki-kaki kami saat kami bertemu (musuh)”
Maka Allah memberikan mereka kemenangan dan meneguhkan mereka.
- Membaca al Qur`an.
« تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »
“Ia adalah ketenangan yang turun karena al Qur`an.” (HR Bukhari: 4839, Muslim: 795)- Memperbanyak dzikrullah.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)- Bersikap wara’ (hati-hati) dari perkara syubhat.
الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ
وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ
النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ
الْمُفْتُونَ
“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram
kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati
merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa
(mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al
Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881)- Jujur dalam berkata dan berbuat.
فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
“Sesungguhnya jujur itu ketenangan dan dusta itu keragu-raguan.” (HR Tirmidzi no: 2518)Begitu pun semua ketaatan kepada Allah dan sikap senantiasa bersegera kepada amal shaleh adalah diantara faktor yang akan mendatangkan ketenangan kepada hati seorang mukmin. Jika kita selalu mendengar dan berusaha untuk mentaati Allah dan rasul-Nya, maka hati kita akan kian tenang dan teguh. Allah berfirman:
“…Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (QS. An Nisâ [4]: 68)
Saudaraku, jika kita dapat mempertahankan ketenangan hati sehingga senantiasa teguh berada dalam jalan Allah, apa pun yang terjadi kepada kita, maka bergembiralah, karena kelak saat kita meninggalkan dunia yang fana ini, akan ada yang berseru kepada kita dengan seruan ini:
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al Fajr [89]: 27-30) (Lihat Hayâtu al Qulûb: 90-91)
Wallâhu ‘alam, wa shallallâhu ‘alâ nabiyyinâ Muhammad.
[Meteri ilmiah dalam tulisan ini banyak diispirasi oleh Kitab Madâruju al Sâlikîn karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh, cet. Dâr al Thîbah dan Kitab Hayâtu al Qulûb cet. Dâr Kunûz Isybîliyâ karya Syaikhunâ Dr. Sa’ad bin Nâshir al Syatsry hafidzahullâh] Riyadh, 27 Jumada Tsani 1433 H
—
Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc (Alumni Universitas Al Azhar Mesir dan da’i di Maktab Jaliyat Bathah Riyadh KSA)
Senin, 30 Juni 2014
Masuk
surga adalah dambaan setiap insan. Setiap muslimah pasti menginginkan
ridha Allah dan menjadi penghuni surga. Namun, tidak semua orang bisa
memasukinya. Bahkan, ada 6 kelompok wanita yang bukan saja tidak bisa
masuk surga, bahkan mereka tidak bisa mencium bau surga.
Siapa saja mereka? Mari kita simak hadits-hadits yang menguraikannya.
1. Wanita yang menyemir rambutnya, khususnya dengan warna hitam
Kita patut waspada. Menyemir rambut di zaman sekarang seakan-akan adalah hal biasa. Ingin terlihat lebih muda, ingin terlihat lebih cantik, tidak sedikit wanita yang kemudian menyemir rambutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)
2. Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan
Perceraian dihalalkan dalam Islam, sebagai solusi “terakhir” ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dan hanya membawa kesengsaraan bagi suami istri. Namun, dalam kondisi normal, ketika wanita minta cerai tanpa alasan, maka ia diharamkan masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium bau surga.
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)
3. Wanita yang mengaku keturunan orang lain
Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.
مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)
4. Wanita yang sombong
Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji sawi.
سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ
Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)
Syaikh Nasiruddin Al Albani berpendapat hadits di atas dhaif. Namun demikian, ada hadits lain yang disepakati keshahihannya oleh para ulama yang menunjukkan bahwa kesombongan, sekecil apapun, membuat pelakunya tidak masuk surga.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” (HR. Muslim)
5. Wanita yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi
Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
6. Wanita yang berpakaian tapi telanjang
Kelompok wanita ini tidak dijumpai Rasulullah di zamannya. Mereka berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Para ulama menjelaskan, mereka berpakaian tetapi tipis, bahkan mendekati tembus pandang. Mereka berpakaian tetapi pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk-luku tubuh dan menggoda kaum laki-laki. Kelompok ini juga mendapatkan ancaman tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bagu surga.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)
Demikian 6 wanita yang tak bisa mencium bau surga. Semoga sahabat muslimah dihindarkan Allah dari golongan tersebut, dan dikelompokkan pada golongan ahli surga.
Siapa saja mereka? Mari kita simak hadits-hadits yang menguraikannya.
1. Wanita yang menyemir rambutnya, khususnya dengan warna hitam
Kita patut waspada. Menyemir rambut di zaman sekarang seakan-akan adalah hal biasa. Ingin terlihat lebih muda, ingin terlihat lebih cantik, tidak sedikit wanita yang kemudian menyemir rambutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)
2. Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan
Perceraian dihalalkan dalam Islam, sebagai solusi “terakhir” ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dan hanya membawa kesengsaraan bagi suami istri. Namun, dalam kondisi normal, ketika wanita minta cerai tanpa alasan, maka ia diharamkan masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium bau surga.
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)
3. Wanita yang mengaku keturunan orang lain
Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.
مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)
4. Wanita yang sombong
Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji sawi.
سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ
Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)
Syaikh Nasiruddin Al Albani berpendapat hadits di atas dhaif. Namun demikian, ada hadits lain yang disepakati keshahihannya oleh para ulama yang menunjukkan bahwa kesombongan, sekecil apapun, membuat pelakunya tidak masuk surga.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” (HR. Muslim)
5. Wanita yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi
Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
6. Wanita yang berpakaian tapi telanjang
Kelompok wanita ini tidak dijumpai Rasulullah di zamannya. Mereka berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Para ulama menjelaskan, mereka berpakaian tetapi tipis, bahkan mendekati tembus pandang. Mereka berpakaian tetapi pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk-luku tubuh dan menggoda kaum laki-laki. Kelompok ini juga mendapatkan ancaman tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bagu surga.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)
Demikian 6 wanita yang tak bisa mencium bau surga. Semoga sahabat muslimah dihindarkan Allah dari golongan tersebut, dan dikelompokkan pada golongan ahli surga.
Minggu, 29 Juni 2014
Rabu, 25 Juni 2014
ah, bagaimana tidaklemah iman ku
untuk berbuat baik akan hal yang dicintai Allah aku masing ragu
ragu dan takut mendapat celaan dari golongan ku
ya benar golongan manusia
akusudah berniat di dalam hati ingin segera ku akhiri
ku akhiri hijab yang belum syar'i
ingin hati ini segera memakai hijab yg memang benar-benar hijab
namun hati ini belum kuat dan belum siap menerima celaan
sok alim,sok ini sok itu
semoga Tuhan membukakan pintu hati kita sebagai manusia
dan kita hanya hidup sementara di dunia yang fana
InsyaAllah niat baik sudah tercatat
semoga ini tidak menjadikan riya bagi siapapun
Amiin
untuk berbuat baik akan hal yang dicintai Allah aku masing ragu
ragu dan takut mendapat celaan dari golongan ku
ya benar golongan manusia
akusudah berniat di dalam hati ingin segera ku akhiri
ku akhiri hijab yang belum syar'i
ingin hati ini segera memakai hijab yg memang benar-benar hijab
namun hati ini belum kuat dan belum siap menerima celaan
sok alim,sok ini sok itu
semoga Tuhan membukakan pintu hati kita sebagai manusia
dan kita hanya hidup sementara di dunia yang fana
InsyaAllah niat baik sudah tercatat
semoga ini tidak menjadikan riya bagi siapapun
Amiin
Selasa, 17 Juni 2014
ini juga
| NO | NAMA PRODI | JENIS | DAYA TAMPUNG 2014 | ||
| TOTAL | SNMPTN | SBMPTN | |||
| 1 | KESEHATAN MASYARAKAT | SAINTEK | 450 | 225 | 135 |
| 2 | PENDIDIKAN DOKTER | SAINTEK | 220 | 110 | 66 |
| 3 | ILMU KEPERAWATAN | SAINTEK | 159 | 80 | 48 |
| 4 | ILMU GIZI | SAINTEK | 143 | 72 | 43 |
| 5 | MATEMATIKA | SAINTEK | 110 | 55 | 33 |
| 6 | BIOLOGI | SAINTEK | 140 | 70 | 42 |
| 7 | KIMIA | SAINTEK | 140 | 70 | 42 |
| 8 | FISIKA | SAINTEK | 140 | 70 | 42 |
| 9 | STATISTIKA | SAINTEK | 90 | 45 | 27 |
| 10 | TEKNIK INFORMATIKA | SAINTEK | 140 | 70 | 42 |
| 11 | MANAJEMEN SD PERAIRAN | SAINTEK | 80 | 40 | 24 |
| 12 | BUDIDAYA PERAIRAN | SAINTEK | 120 | 60 | 36 |
| 13 | PEMANFAATAN SD PERIKANAN | SAINTEK | 100 | 50 | 30 |
| 14 | ILMU KELAUTAN | SAINTEK | 120 | 60 | 36 |
| 15 | OCEANOGRAFI | SAINTEK | 100 | 50 | 30 |
| 16 | TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN | SAINTEK | 80 | 40 | 24 |
| 17 | TEKNIK SIPIL | SAINTEK | 250 | 125 | 75 |
| 18 | TEKNIK ARSITEKTUR | SAINTEK | 160 | 80 | 48 |
| 19 | TEKNIK MESIN | SAINTEK | 200 | 100 | 60 |
| 20 | TEKNIK KIMIA | SAINTEK | 240 | 120 | 72 |
| 21 | TEKNIK ELEKTRO | SAINTEK | 150 | 75 | 45 |
| 22 | TEKNIK P W K | SAINTEK | 140 | 70 | 42 |
| 23 | TEKNIK INDUSTRI | SAINTEK | 150 | 75 | 45 |
| 24 | TEKNIK LINGKUNGAN | SAINTEK | 120 | 60 | 36 |
| 25 | TEKNIK PERKAPALAN | SAINTEK | 180 | 90 | 54 |
| 26 | TEKNIK GEOLOGI | SAINTEK | 100 | 50 | 30 |
| 27 | TEKNIK GEODESI | SAINTEK | 100 | 50 | 30 |
| 28 | SISTEM KOMPUTER | SAINTEK | 120 | 60 | 36 |
| 29 | PETERNAKAN | SAINTEK | 240 | 120 | 72 |
| 30 | TEKNOLOGI PANGAN | SAINTEK | 80 | 40 | 24 |
| 31 | AGROEKOTEKNOLOGI | SAINTEK | 80 | 40 | 24 |
| 32 | AGRIBISNIS | SAINTEK | 80 | 40 | 24 |
| 33 | BAHASA & SASTRA INDONESIA | SOSHUM | 140 | 80 | 42 |
| 34 | BAHASA & SASTRA INGGRIS | SOSHUM | 100 | 50 | 30 |
| 35 | SEJARAH INDONESIA | SOSHUM | 100 | 50 | 30 |
| 36 | ILMU PERPUSTAKAAN | SOSHUM | 80 | 40 | 24 |
| 37 | ILMU HUKUM | SOSHUM | 800 | 400 | 240 |
| 38 | MANAJEMEN | SOSHUM | 250 | 125 | 75 |
| 39 | ILMU EKONOMI & STUDI PEMB. | SOSHUM | 150 | 75 | 45 |
| 40 | AKUNTANSI | SOSHUM | 250 | 125 | 75 |
| 41 | ILMU ADM. PUBLIK | SOSHUM | 130 | 65 | 39 |
| 42 | ILMU ADM. BISNIS | SOSHUM | 130 | 65 | 39 |
| 43 | PEMERINTAHAN | SOSHUM | 130 | 65 | 39 |
| 44 | KOMUNIKASI | SOSHUM | 130 | 65 | 39 |
| 45 | PSIKOLOGI | SOSHUM | 200 | 100 | 60 |
| 46 | BAHASA JEPANG | SOSHUM | 80 | 40 | 30 |
| 47 | HUBUNGAN INTERNASIONAL | SOSHUM | 100 | 50 | 30 |
| TOTAL | 7492 | 3757 | 2254 | ||
menganga liat ini
. Fakultas Teknik 427 orang1. Pendidikan Teknik Bangunan 22 orang
2. Pendidikan Teknik Mesin 49 orang
3. Pendidikan Teknik Elektro 49 orang
4. Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) 49 orang
5. Teknik Arsitektur 22 orang
6. PKK Tata Boga 22 orang
7. PKK Tata Busana 22 orang
8. Pendidikan Tata Kecantikan 22 orang
9. Pendidikan Teknik Otomotif 49 orang
10. Teknik Kimia 44 orang
11. Teknik Mesin 33 orang
12. Teknik Sipil 44 orang
UNNES
. Fakultas Teknik 427 orang1. Pendidikan Teknik Bangunan 22 orang
2. Pendidikan Teknik Mesin 49 orang
3. Pendidikan Teknik Elektro 49 orang
4. Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) 49 orang
5. Teknik Arsitektur 22 orang
6. PKK Tata Boga 22 orang
7. PKK Tata Busana 22 orang
8. Pendidikan Tata Kecantikan 22 orang
9. Pendidikan Teknik Otomotif 49 orang
10. Teknik Kimia 44 orang
11. Teknik Mesin 33 orang
12. Teknik Sipil 44 orang
UNNES
Ku berjalan tanpa
henti, berlari dan terus berlari mencari ujung jalan ini. Berpijak pada bumi
yang semakin tua, membuatku semakin takut melanjutkan langkahku. Ragaku semakin
tak berdaya, semakin ku terjatuh dan terjatuh, entah apa yang ada dipikiranku terlalu
sulit bagiku lupakan masalalu yang kini menjadi angan-anganku.
Seharusnya tepat hari
ini dan jam ini adalah dua tahun waktu kebersamaan kita. Yang dulu indah
bersemi, yang dulu penuh dengan canda serta tawa. Tak ada kesedihan atau bahkan
air mata yang menetes membasahi pipi ini. Tapi itu dulu , sekarang semua seakan
pudar bak matahari enggan menampakkan senyum manisnya.
Pagi itu istirahat
pertama disekolah.
“Hai Na?” sapa salah
seorang teman lelakiku
( aku hanya membalas
dengan senyum ramah)
bersambung ...
Wonogiri, 18 Juni 2014
herlinaina
Senin, 09 Juni 2014
" WANITA YANG BAIK ITU "
Tak akan mudah digoda lelaki..
Tak akan mudah dirayu-rayu
lelaki..
Tak akan mudah hanyut pada
janji manis lelaki..
Tak akan mudah diajak untuk
bermaksiat..
Ia akan pandai menjaga
kehormatan dirinya..
Hanya untuk untuk pasangan
halalnya nanti..
posting : ayo remaja islam bangkitlah
Tak akan mudah digoda lelaki..
Tak akan mudah dirayu-rayu
lelaki..
Tak akan mudah hanyut pada
janji manis lelaki..
Tak akan mudah diajak untuk
bermaksiat..
Ia akan pandai menjaga
kehormatan dirinya..
Hanya untuk untuk pasangan
halalnya nanti..
posting : ayo remaja islam bangkitlah
Adakalanya kita perlu menangis,
agar kita tau bahwa hidup ini bukan hanya untuk tertawa.
Adakalanya kita perlu tertawa,
agar kita tahu mahalnya nilai Air mata.
Bersyukurlah pada orang yang menyakitimu,
kerana dia yang membuatmu selalu tabah.
Bersyukurlah pada yang telah mengacuhkanmu,
kerana dia yang menjadikanmu berdikari.
Bersyukurlah pada yang telah menjatuhkanmu,kerana dia yang telah menguji kemampuanmu.
Bersyukurlah pada yang telah mendzhalimimu,kerana dia yang telah menguji kesabaranmu.
Kadang-kadang ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala sembunyikan matahari,ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala datangkan petir dan kilat.
Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya ALLAH hendak memberi kita pelangi yang cantik.
#posting :Cahaya Islam
agar kita tau bahwa hidup ini bukan hanya untuk tertawa.
Adakalanya kita perlu tertawa,
agar kita tahu mahalnya nilai Air mata.
Bersyukurlah pada orang yang menyakitimu,
kerana dia yang membuatmu selalu tabah.
Bersyukurlah pada yang telah mengacuhkanmu,
kerana dia yang menjadikanmu berdikari.
Bersyukurlah pada yang telah menjatuhkanmu,kerana dia yang telah menguji kemampuanmu.
Bersyukurlah pada yang telah mendzhalimimu,kerana dia yang telah menguji kesabaranmu.
Kadang-kadang ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala sembunyikan matahari,ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala datangkan petir dan kilat.
Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya ALLAH hendak memberi kita pelangi yang cantik.
#posting :Cahaya Islam
aku siapa?
berani sekali aku menyimpan rasa ini
bodohnya
memendam rasa yang sulit terbalas
aku diam
ya, caraku menyayangimu dalam diam
walau sakit bagiku diam cukup membuat ku nyaman
aku percaya jika dalam diam kau mampu merasakan
kenapa harus aku umbar
karena rasaini bukan sebuah kata
tak tau apa alasanku bertahan
yang pasti cinta tak pernah miliki alasan
sekalipun ada, alasan itu yang membuatmu meninggalkanku
berani sekali aku menyimpan rasa ini
bodohnya
memendam rasa yang sulit terbalas
aku diam
ya, caraku menyayangimu dalam diam
walau sakit bagiku diam cukup membuat ku nyaman
aku percaya jika dalam diam kau mampu merasakan
kenapa harus aku umbar
karena rasaini bukan sebuah kata
tak tau apa alasanku bertahan
yang pasti cinta tak pernah miliki alasan
sekalipun ada, alasan itu yang membuatmu meninggalkanku
dalam sebuah kisah pasti ada seseorang yang disakiti
bahkan dalam sebuah hubungan
kisah cinta anak remaja hingga kehidupan keluarga
namun apakah harus disetiap peristiwa dan kejadian
nasib seorang wanita selalu yang tertindas
bukankah ini zaman emansipasi
tak ada bedanya bukan
antara lelaki dan perempuan
namun, takdir berkata lain
kodrat manusia berbeda
lelaki yang cenderung keras dan egois
sedangkan wanita orang yang paling rentan hatinya
tapi itu bukan sebuah kelemahan
justru itu yang akan menguatkan lelaki hebat
yang ada disampinya
bahkan dalam sebuah hubungan
kisah cinta anak remaja hingga kehidupan keluarga
namun apakah harus disetiap peristiwa dan kejadian
nasib seorang wanita selalu yang tertindas
bukankah ini zaman emansipasi
tak ada bedanya bukan
antara lelaki dan perempuan
namun, takdir berkata lain
kodrat manusia berbeda
lelaki yang cenderung keras dan egois
sedangkan wanita orang yang paling rentan hatinya
tapi itu bukan sebuah kelemahan
justru itu yang akan menguatkan lelaki hebat
yang ada disampinya
Sabtu, 07 Juni 2014
aku rapuh
aku jatuh
karena rasaku telah dalam
entah aku atau siapa
entah langit atau bumi
aku tak tau
apa yang membuatku berbeda
ANEH??
nyaman?
satu kata yang sulit kucerna
sendiri?
tidak aku tak sendiri
lalu mengapa hanya ada aku?
sebuah teka-teki dimana mereka
lawan.teman.kawan.sahabat?
dimana,dimana aku mencari?
entahlah aku tak tau
aku mulai resah dan muah
aku berhenti
suatu hari nanti
malaikatku pasti dengan membawakanku segunung kebahagian
07MEI2014, 6:04PM ~ainalinaherlina
aku jatuh
karena rasaku telah dalam
entah aku atau siapa
entah langit atau bumi
aku tak tau
apa yang membuatku berbeda
ANEH??
nyaman?
satu kata yang sulit kucerna
sendiri?
tidak aku tak sendiri
lalu mengapa hanya ada aku?
sebuah teka-teki dimana mereka
lawan.teman.kawan.sahabat?
dimana,dimana aku mencari?
entahlah aku tak tau
aku mulai resah dan muah
aku berhenti
suatu hari nanti
malaikatku pasti dengan membawakanku segunung kebahagian
07MEI2014, 6:04PM ~ainalinaherlina
Kamis, 15 Mei 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

